
Tubuh manusia merupakan sebuah reaktor kimia yang dilengkapi dengan sistem PLC (Programmable Logic Controller) yang
sangat menakjubkan. Salah satu fungsi yang sangat penting tersebut adalah
kemampuanya didalam mengendalikan atau mengontrol tingkat keasaman tubuh secara
otomatis didalam rentan (limit) yang
sangat kecil. Sel-sel tubuh hanya akan berfungsi secara normal didalam rentan
pH yang relatif sempit. pH tubuh dikontrol secara teratur oleh penyesuain
proses-proses fisiologis secara konstan, seperti fungsi ginjal dan paru-paru.
Makanan atau pola makan yang kita konsumsi juga dapat
mempengaruhi peningkatan atau penurunan pH tubuh, sejumlah makanan dapat bersifat
lebih alkali(basa) atau lebih asam dibandingkan makan-makanan yang lain. pH tubuh
yang asam merupakan magnet yang kuat terhadap sakit, penyakit, kangker dan penuaan.
Konsumsi makanan sumber alkali dapat menggeser pH tubuh, mempertahankan
kesehatan dan fungsi tubuh lebih baik, mencegah kangker dan sejumlah penyakit
yang lain.
pH, atau “potential
hydrogen” merupakan pengukuran tingkat keasaman atau alkalinitas (basa) suatu
larutan. Ketika larutan bersifat alkali, berarti larutan ini mampu menetralkan
asam serta sebaliknya. Alkalinitas atau keasaman ditunjukkan oleh nilai pH
dengan skala 0 hingga 14. pH 7 merupakan pH netral, tidak asam atau basa.
Substrak dengan pH diatas 7 hingga 14 disebut basa atau alkali, dimana alkalinitas
berbanding lurus dengan peningkatan nilai pH. Secara substansial, makanan
terbuat dari air sehingga pH-nya dapat diukur. Karena tubuh kita sebagian besar
adalah cairan, pH tubuh juga memiliki tingkatan pH yang biasanya diukur melalui
darah.
Darah kita memiliki rentan nilai pH yang sangat kecil
antara 7,35 hingga 7,45. Jika pH darah kita menyimpang dari nilai tersebut maka
kita akan jatuh sakit atau muncul gejala sakit. Lebih parah lagi, jika pH darah
kita turun hingga dibawah 6,8 atau diatas 7,8 fungsi sel-sel kita akan terhenti
dan mengakibatkan kematian.
pH asam dapat diakibatkan oleh stress, toksin (racun),
reaksi imun, atau proses-proses yang menghilangkan (mengganggu) oksigen atau
nutrisi didalam sel. Ketika mengkonsumsi makan-makanan yang asam maka pH tubuh
akan turun, selanjutnya tubuh akan berusaha menetralisir-nya dengan
mineral-mineral alkali yang tersimpan. Ketika konsumsi makanan kita tidak
mencukupi kebutuhan mineral tersebut, terjadilah penumpukan asam didalam sel
yang mengakibatkan kekurangan oksigen.
Kondisi tersebut mengakibatkan penurunan kemampuan tubuh
untuk menyerap mineral atau nutrisi lain, penurunan produksi energi didalam
sel, penurunan kemampuan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak, penurunan
detoksifikasi terhadap logam-logam berat, memungkinkan pertumbuhan dan
perkembangan sel-sel tumor dan mengakibatkan mudah lelah atau sakit.
Salah satu cara termudah untuk mengontrol pH tubuh
adalah dengan mengontrol pola makan dan gaya hidup. Untuk menjaga kesehatan,
makanan yang kita konsumsi harus mengandung 60% bahan makanan sumber alkali dan
40% makanan sumber asam. Sedangkan untuk pemulihan kesehatan , makanan yang
kita konsumsi 80% sumber alkali dan 20% asam. Sumber alkali tersebut dapat kita
peroleh dari sayur-sayuran hijau, buah segar, rempah-repah dan probiotik. Sedangkan
asam bersumber dari daging, keju dan biji-bijian.
super sekali pak
BalasHapus